Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juni 2014

Praktik Niat Puasa


Seperti halnya ibadah lain, Ibadah puasa juga harus disertai dengan niat, karena tanpa niat puasa seseorang tidak sah. Khusus untuk puasa wajib, seseorang harus berniat puasa sejak malam harinya. Dalilnya adalah sabda Rasulullah saw :

"Barang siapa yang tidak berniat puasa sejak malam, maka puasanya tidak sah." (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Nasa'i).

Adapun praktik niat puasa yaitu dengan terwujudnya kemauan dalam hati untuk melaksanakan puasa pada esok harinya dengan ikhlas dan sadar tanpa harus dilafalkan dalam bentuk suara. Menurut pendapat yang benar, niat puasa harus diperbaharui setiap malam, karena puasa seseorang setiap harinya adalah ibadah puasa tersendiri. Penjelasanya adalah, jika puasa seseorang batal pada suatu hari, maka puasanya pada hari yang lain tidak ikut batal.

Tidak ada satu dalil pun yang menerangkan tentang bacaan niat untuk puasa Ramadhan ataupun puasa sunah lainya. Seperti halnya ikhlas, niat letaknya dihati. Jika hati telah berniat untuk berpuasa di esok hari, niat tersebut sudah dihitung sah tanpa harus melafadzkanya. Wallahu a'lam.

Kamis, 12 Juni 2014

Makan Saat Puasa Dikarenakan Lupa


Ada seseorang yang lupa kalau ia sedang berpuasa kemudian makan pada siang hari di bulan Ramadhan. Apakah orang yang seperti ini puasanya batal?

Seseorang yang sedang berpuasa, baik pada bulan Ramadhan atau bulan yang lain, kemudian makan atau minum karena lupa maka puasanya tetap sah dan hendaknya meneruskan puasanya. Diantara dalil yang menunjukan hal itu adalah:

1. Sabda Rasulullah SAW.
Artinya: "Siapa yang lupa sedangkan ia sedang berpuasa, kemudian makan atau minum, hendaknya ia meneruskan puasanya. Karena sesungguhnya Allah-lah yang memberinya makan dan minum." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Sabda Raulullah SAW.
Artinya: "Siapa yang makan atau minum karena lupa maka hal itu tidak membatalkan puasa karena hal itu adalah rezeki yang diberikan Allah kepadanya." (HR. Tirmidzi; Shahih)

3. Sabda Rasulullah SAW.
Artinya: "Sesungguhnya Allah telah memaafkan dari umatku ini ketidaksengajaan, kelupaan, dan apa yang dipaksakan kepada mereka." (HR. Ibnu Majah;Shahih)

Rabu, 11 Juni 2014

Berobat Dengan Munggunakan Suntik Saat Puasa

Apakah berobat menggunakan jarum suntik ketika berpuasa dapat membatalkan puasa?

Suntikan dengan segala bentuknya, baik yang dari tangan, dari paha, pantat, atau yang dimasukan lewat anus, termasuk yang berupa infus dan lainya, semuanya tidak membatalkan puasa. Alasanya adalah:


  1. Karena cairan dari suntikan tersebut tidak masuk kedalam perut melalui cara yang biasa dilakukan seseorang yang sedang makan ataupun minum.
  2. Karena makan dan minum yang biasa dilakukan orang melalui mulut terdapat unsur kenikmatan yang tidak terwujud dalam suntikan, infus, ataupun yang lainya.

Adapun pendapat yang mengatakan infus dan suntikan membatalkan puasa, alasanya adalah karena suntikan tersebut dapat mengenyangkan seseorang yang disuntik. Tetapi alasan ini kurang tepat, karena alasan batalnya puasa dengan makan dan minum bukanlah karena makanan dan minuman itu dapat mengenyangkan.   Sebagaimana kita ketahui, bahwa orang tidak akan kenyang apabila hanya makan satu nasi, atau setetes air ataupun dengan asap rokok. Namun, puasanya akan tetap batal apabila hal tersebut telah dilakukan walau tidak kenyang. Dan salah satu hal yang membatalkan puasa adalah, dengan sengaja menelan sesuatu melalui mulut dan masuk kedalam perut. Wallahua a'lam.

Selasa, 10 Juni 2014

Tidurnya Orang yang Berpuasa Dihitung Pahala?


Tidur orang yang berpuasa dihitung pahala apabila tidurnya tersebut diniatkan untuk beribadah kepada Allah ta'ala. Contohnya apabila ia tidur dengan tujuan dan berniat untuk dapat sholat berjama'ah ataupun sholat malam dengan penuh konsentrasi, tidurnya orang tersebut insyaAllah berpahala. Begitu juga orang puasa yang tidur dengan berniat menghindari hal-hal yang membatalkan puasa maka tidurnya adalah ibadah.

Adapun riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

"Tidurnya orang yang berpuasa itu adalah ibadah dan diamnya adalah tasbih"

Para ulama sepakat bahwa hadits tersebut adalah hadits maudhu' (Hadits palsu), yaitu hadits yang dibuat manusia selain Rasulullah. Rasulullah SAW. tidak pernah mensabdakan hadits tersebut. Akan tetapi hal ini tidak menafikan bahwa tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Sebagai mana yang telah kami terangkan. Wallahu a'lam.

Source: Dr. Zain, Ahmad (2008). Tanya Jawab Ringan & Aktual Seputar Puasa. Solo: Aqwam.